Suatu ketika di pagi hari tepat pada hari Sabtu, sepasang kekasih (Olin dan Elang) saling memberikan argumennya mengenai sebuah pengalaman yang pernah di temuinya. awalnya hanya sekedar berbincang bincang tentang adik dan teman laki lakinya yang sangat pendiam dan sangat sush bersosialisasi, namun entah alurnya seperti apa sepasang kekasih ini membicarakan tentang seorang salah satu temannya yang sudah mempunyai seorang istri, namun si istri ini sangat over perilakunya terhadap suaminya. ketika sang suami mendapatkan gajian semerta merta sang istri meminta semua uang dari sang suami tersebut tanpa menyisakan sepeserpun untuk suaminya itu, bahkan yang lebih parahnya lagi si istri dengan alasan agar semuanya transparan ia meminta slip gaji secara lengkap dan utuh sebagai bukti bahwa jumlah uang yang di berikan padanya adalah murni dari total gaji keseluruhan. hingga pada suatu hari sang suami meminta bantuan pada temannya dan dalam hal ini adalah kekasih dari Olin, ia menginginkan membuat laporan slip gaji fiktif agar ia bisa mengambil sebagian haknya.
hm, melihat kasus semacam ini sebenarnya bukan permasalahan yang rumit atau peristiwa yang aneh, kita banyak menjumpai pada masyarakat, ini hanyalah masalah bagaimana sikap dan cara perempuan dalam mengatur keuangan keluarga yang tepat dan benar. karena setiap wanita menginginkan kualitas keluarganya yang baik di dunia maupun di akhiranya kelak.
Jumat, 25 Mei 2012
Senin, 27 Februari 2012
Doa
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas terik,
angin malam mengembus lemah, menyejuk
badan , melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam menyirak kelopak.
Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu,
Penuhi dengan cahayamu, biar bersinar mataku
sendu, biar berbinar gelakku rayu!
dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas terik,
angin malam mengembus lemah, menyejuk
badan , melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam menyirak kelopak.
Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu,
Penuhi dengan cahayamu, biar bersinar mataku
sendu, biar berbinar gelakku rayu!
Langganan:
Postingan (Atom)